Menurut BI, Ini Penyebab Rupiah Melemah hingga Dekati Rp 17.000 Per Dollar

Isna Rifka Sri Rahayu, Erlangga Djumena Tim Redaksi
JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, peningkatan tekanan di pasar keuangan global menjadi penyebab nilai tukar rupiah terhadap dollar AS tertekan hingga mendekati level 17.000. Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI Erwin G. Hutapea mengatakan, tekanan pada pasar keuangan itu bersumber dari eskalasi tensi geopolitik. Kemudian juga dari kekhawatiran terhadap independensi bank sentral di sejumlah negara maju serta ketidakpastian arah kebijakan moneter The Fed ke depan, di tengah kebutuhan valuta asing domestik yang meningkat pada awal tahun.
Read more: Menurut BI, Ini Penyebab Rupiah Melemah hingga Dekati Rp 17.000 Per Dollar
BI Rate Turun, Kredit Konsumer Berpotensi Pulih Bertahap pada 2026
/2025/01/13/120499612.jpg)
Reporter: Selvi Mayasari | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tahun 2026 berpotensi menjadi fase pemulihan bertahap bagi kredit konsumer, ini seiring dengan tren penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) dan membaiknya ekspektasi konsumsi masyarakat, meski pertumbuhannya dinilai masih akan berlangsung secara selektif dan hati-hati.
Read more: BI Rate Turun, Kredit Konsumer Berpotensi Pulih Bertahap pada 2026




