| Mengenal Calon Deputi Gubernur BI (2) |
|
|
|
| Written by BANK SARIMADU |
| Monday, 29 March 2010 15:14 |
|
KOMPAS.com — Di kalangan bankir, nama Krisna Wijaya tak asing lagi. Bekerja di BRI selama 20-an tahun, Krisna juga pernah memimpin Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS.
Saat ini Krisna menjabat Komisaris Bank Danamon. Dulu, Krisna pernah dicalonkan menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), tetapi tidak terpilih. Kini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali mencalonkan Krisna untuk kursi Deputi Gubernur BI bidang Pengawasan, menggantikan Siti Ch Fadjrijah yang akan habis masa jabatannya. Siapa Krisna, bagaimana visi dan misinya kelak jika terpilih, dan seperti apa pandangannya soal sistem pengawasan bank yang belakangan ini mendapat banyak sorotan. Berikut petikan wawancara Persda Network dengan Krisna, akhir pekan lalu. Apa visi Anda untuk maju? Di BI banyak yang pintar dan pahami fungsi pengawasan, tapi lebih ke pendekatan yang scientifid. Ini ilustrasi yang sering saya sampaikan. "Menjadi wasit sepak bola itu tidak harus berasal dari pemain sepak bola. Tapi kalau ada wasit yang pernah menjadi pemain sepak bola, maka value art (seninya) akan beda". Saya coba analogikan itu bahwa sumbangan saya nanti lebih kepada bahwa saya wasit yang pernah menjadi pemain. Dengan pendekatan itu, maka art atau seni untuk mengawasi itu bisa dikembangkan. Karena saya dulu adalah obyek yang pernah diawasi. Misalnya aturan terus pelaksanaannya begini. Dan, itu diperbaiki dianggap sudah selesai dan tidak dilihat kenapa itu dilakukan lebih dalam dan diperbaiki lagi. Karena itu tadi rutintas. Harus kita kembangkan metode dan teknis beda untuk tiap-tiap bank. Kira-kira begitulah teknis implementasinya. Kalau dianggap BI perlu orang dari kalangan komersial. Kalau itu saya bisa jawab di negara yang memiliki bank sentral selalu ada orang komersial. Kalau dikatakan tahun sekarang perlu orang komersial? Berikutnya Krisna tepat tidak? Kalau dipandang perlu dan belum sekarang yah mungkin saya belum dianggap tepat. Tapi kita lihat di sejumlah negara bank sentral selalu mengakomodasi orang komersial karena perlu akumulasikan antara scientific dan pengalaman dalam praktiknya. Bisa dibayangkan, yang diperiksa dan sekarang memeriksa. Tentu ada kelebihan tersendiri. |
DEPOSITO SARIMADU 1 BULAN 6,75 % PA 3 BULAN 6,75 % PA 6 BULAN 7,25 % PA 12 BULAN 7,25 % PA |
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||