BANK SARIMADU

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • dark color
  • red color
Home
AS Kembali Tutup Empat Bank PDF Print E-mail
Written by BANK SARIMADU   
Monday, 29 March 2010 15:03

 

WASHINGTON, KOMPAS.com — Empat bank di Amerika Serikat kembali harus gulung tikar. Kali ini, regulator perbankan AS menutup empat bank yang beroperasi di Georgia, Florida, dan Arizona. Keempat bank itu adalah Desert Hills Bank NY, McIntosh Commercial Bank, Unity National Bank, dan Key West Bank.


Menurut Lembaga Penjamin Simpanan AS atau Federal Deposit Insurance Corp (FDIC), keempat bank itu tutup karena kinerja mereka terus memburuk akibat kerugian yang disebabkan tekanan kredit macet, terutama karena terbelit kredit pemilikan rumah (KPR).

FDIC menambahkan, bank-bank yang dibekukan pada Sabtu (27/3/2010) itu memiliki total aset 1,24 miliar dollar AS. Adapun total dana pihak ketiga (DPK) mereka mencapai 1,1 miliar dollar AS. FDIC juga menambahkan, sejak tahun 2009, pihaknya sudah menutup sebanyak 181 bank.

"Kita akan terus melihat bank-bank, terutama yang modalnya kecil, berguguran," ungkap analis FBR Capital, Paul J Miller, kepada Bloomberg, Minggu (28/3/2010) waktu setempat.

Miller melanjutkan, bank-bank bermodal cekak ini bakal tumbang karena tak memiliki akses untuk mendapatkan tambahan modal. Selain itu, kebanyakan dari penyaluran kredit mereka terkonsentrasi pada kredit konstruksi perumahan dan KPR.

Bank-bank di AS mengalami kebangkrutan dengan skala tercepat dalam 17 tahun terakhir. Daftar bank bermasalah yang ada di FIDC terus bertambah dan menuju level tertinggi sejak tahun 1992 pada kuartal IV hingga 2009.

Ketua FDIC Sheila Bair beberapa waktu lalu bahkan mengatakan bahwa jumlah bank yang akan bangkrut di tahun ini bakal lebih banyak ketimbang tahun 2009. Sekadar catatan, tahun lalu AS telah menutup sekitar 140 bank bermasalah.

Seorang pejabat FDIC menghitung, penutupan empat bank terbaru bakal menguras kocek FDIC sekitar 320,3 juta dollar AS. FDIC dan empat bank itu telah sepakat membagi kerugian yang mencapai 870,9 juta dollar AS.

FDIC memperkenalkan konsep "bagi rugi" tersebut saat terjadi krisis kredit dan tabungan di AS tahun 1991. Lembaga ini mengambil langkah serupa untuk menyelesaikan kasus penutupan perbankan akibat krisis pasar properti atau subprime mortgage pada 2008. “Tapi, FDIC tetap menanggung porsi terbesar,” ucap Martin J Gruenberg, Wakil Ketua FDIC. (Sopia Siregar/Kontan)

Last Updated on Monday, 29 March 2010 15:07
 

Info Terkini

     T A B U N G A N

SARIMADU  : 3,50 % PA

SIMPEL       : 3,50 % PA

 

         TAMASA

    10 K s/d 5000 K  

        3,50 % PA

  5000 K s/d 10.000 K

        4,50 % PA

 10.000 K s/d 25.000 K

        4,75 % PA

       >25.000 K  

        5,00 % PA 

 

Kurs IDR

3-Sep-2010 / 15:51 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9080.00 8930.00
SGD 6751.50 6616.50
HKD 1169.10 1147.80
CHF 8968.05 8793.05
GBP 14010.05 13726.05
AUD 8282.65 8110.65
JPY 108.17 105.36
SEK 1261.20 1229.60
DKK 1577.45 1534.55
CAD 8631.05 8445.05
EUR 11669.80 11449.80
SAR 2430.60 2371.60
sumber: KlikBCA.com

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

www.yoursite.com
BANK SARIMADU