| NPL BPR Makin Membengkak |
|
|
|
| Written by BANK SARIMADU |
| Monday, 28 December 2009 09:14 |
![]()
JAKARTA. Kontan.co.id. Kredit bermasalah atawa non performing loan (NPL) bank perkreditan rakyat (BPR) melonjak. Per akhir Oktober 2009, rasio NPL BPR mencapai 7,63%. Per akhir Oktober 2009, outstanding kredit BPR sebesar Rp 27,63 triliun. Jadi, nominal kredit bermasalah BPR berkisar Rp 2,1 triliun. Taruna Jaya Tarigan, Ketua bidang Hukum dan Peraturan Perhimpunan BPR Indonesia (Perbarindo), Sabtu (26/12), menjelaskan, tren kenaikan NPL BPR merupakan imbas buruk akibat semakin banyaknya bank umum di sektor mikro. Bank umum yang terjun ke bisnis cilik menawarkan bunga yang lebih rendah. Debitur BPR pun banyak berpaling ke bank umum, sehingga kesulitan menyalurkan kredit baru. Efek selanjutnya, demi mengejar penyaluran kredit, BPR kurang memperhatikan kualitas si debitur. Walhasil, rasio NPL BPR cenderung naik. Rasmin, Direktur Utama BPR Banten menambahkan, kenaikan NPL di BPR juga dipicu oleh kredit yang diberikan ke karyawan pabrik. Menurutnya, krisis ekonomi telah mengakibatkan banyak pabrik tutup atau mengalami penurunan order. Akibatnya, "Kredit ke karyawan pabrik menjadi bermasalah," ujarnya. Tarigan mengakui, semenjak krisis, BPR juga menjadi sangat berhati-hati untuk mengucurkan kredit. "BPR harus lebih selektif memilih calon debitur," ujarnya. Persoalan NPL di BPR harusnya menjadi prioritas untuk diselesaikan bersama. Tarigan maupun Rusmin berharap, pada akhir tahun ini NPL BPR bisa ditekan turun. Sebab, likuiditas di BPR makin longgar karena program linkage kredit dari bank umum mulai mengalir. Tarigan meminta BPR lebih efisien dan bisa menurunkan margin. Dengan begitu mereka bisa bersaing dengan bank umum. Sedangkan Rasmin berpendapat, untuk memenangkan persaingan dengan bank umum, BPR harus berekspansi ke kota di luar Pulau Jawa. Sebab selama ini bank umum masih cenderung menyalurkan kredit ke pasar mikro di Pulau Jawa saja. Herry Prasetyo KONTAN |
T A B U N G A N SARIMADU : 3,50 % PA SIMPEL : 3,50 % PA
TAMASA 10 K s/d 5000 K 3,50 % PA 5000 K s/d 10.000 K 4,50 % PA 10.000 K s/d 25.000 K 4,75 % PA >25.000 K 5,00 % PA
|
sumber: KlikBCA.com
|
||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||