BANK SARIMADU

 
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
  • default color
  • dark color
  • red color
Home
Bankir Meramal Kredit Tumbuh di Atas 20% PDF Print E-mail
Written by BANK SARIMADU   
Monday, 07 December 2009 08:50

 

JAKARTA. Kontan.co.id. Para bankir lebih optimistis dibandingkan Bank Indonesia dalam memprediksikan penyaluran kredit sepanjang tahun depan.

Jika BI memperkirakan nilai kredit di akhir 2010 hanya akan tumbuh hingga 15%, maka para bankir memasang target pertumbuhan di atas 20%. "Kami perkirakan tahun depan kredit kami tumbuh 18% hingga 22%," ujar Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Sofyan Basir di Jakarta, Minggu (6/12).

Keyakinan senada dilontarkan Direktur Kredit PT Bank Mega Tbk Daniel Budirahajoe. Meski tahun ini penyaluran kredit bank milik pengusaha Chairul Tanjung itu tidak tumbuh alias flat, namun di 2010, pengelola Bank Mega optimistis bisa mencapai pertumbuhan kredit sekitar 20%.

Harapan itu dilatarbelakangi oleh tanda-tanda pemulihan ekonomi global yang terlihat semakin jelas. "Ekonomi dunia akan menguat kembali. Tentu, ini akan membawa efek positif ke perekonomian dalam negeri," ujar Daniel, kemarin.

Politik stabil bunga

Sementara tahun ini, para bankir mengakui situasinya sangat berat. Ekonomi masih berada di bawah bayang-bayang krisis dunia.
Iklim bisnis makin lesu karena pelaksanaan pemilihan umum legislatif dan presiden. "Tahun depan praktis lebih tenang. Ini bisa menjadi sentimen positif yang mendorong pelaku usaha untuk mengajukan kredit" kata Sofyan.


Stabilitas politik juga akan menyumbang penurunan tingkat risiko perbankan. Saat risiko sudah melandai, bank akan lebih royal menyalurkan kredit dan mau memangkas bunga kredit lebih rendah lagi. "Jika risiko dinilai sudah turun pasti bank menurunkan bunga kredit," janji Daniel.

Senada dengan perkiraan BI, para bankir juga menilai sektor ritel alias Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan semakin bersinar di 2010. "Kami tetap fokus menyalurkan kredit ke sektor UMKM, terutama ke sektor pertanian," ujar Sofyan.


Para bankir juga mengharapkan pembangunan sektor infrastruktur bergulir semakin kencang di tahun depan. Memang, sektor infrastruktur ini masih sangat tergantung pada kesigapan pemerintah membereskan penghalang kemajuan proyek.


Seperti diketahui, banyak bank besar sudah meneken komitmen penyaluran kredit ke sektor infrastruktur, seperti jalan tol dan pembangkit listrik, beberapa tahun belakangan. Namun, komitmen itu tak terealisasi karena kendala di lapangan. Kendala yang menghambat pencairan kredit, seperti pembebasan lahan untuk proyek jalan tol.


"Kalau pemerintah lebih serius, mungkin laju kredit infrastruktur bisa lebih kencang," kata Wakil Direktur Utama PT Panin Bank Tbk Roosniati Salihin.

Sektor lain yang diyakini akan bangkit adalah manufaktur. "Kebutuhan manufaktur sudah mulai berjalan lagi saat ini," ujar Roosniati.


Tahun 2009, kredit manufaktur merupakan jenis kredit yang paling anjlok. Kredit sektor manufaktur dalam valuta asing (valas) mencetak rekor penurunan tertinggi di tahun ini, yakni turun hingga 27%.


BI berjanji mendorong para bankir untuk lebih giat menyalurkan kredit. "Kami upayakan memberi data dan informasi ke para bankir terkait sektor-sektor yang belum banyak dikenal, padahal sebenarnya memiliki potensi kredit yang luar biasa," kata Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad.

Tak hanya itu, BI juga tengah menyusun aturan pemberian insentif bagi bank yang rajin menggelontorkan kredit ke sektor riil.



Ruisa Khoiriyah
 
 

Info Terkini

DEPOSITO SARIMADU

1  BULAN   6,75 % PA

3  BULAN   6,75 % PA

6  BULAN   7,25 % PA

12 BULAN  7,25 % PA

Kurs IDR

3-Sep-2010 / 15:51 WIB
Kurs Jual Beli
USD 9080.00 8930.00
SGD 6751.50 6616.50
HKD 1169.10 1147.80
CHF 8968.05 8793.05
GBP 14010.05 13726.05
AUD 8282.65 8110.65
JPY 108.17 105.36
SEK 1261.20 1229.60
DKK 1577.45 1534.55
CAD 8631.05 8445.05
EUR 11669.80 11449.80
SAR 2430.60 2371.60
sumber: KlikBCA.com

Ramalan Cuaca

sumber: bmg.go.id

www.yoursite.com
BANK SARIMADU